fbpx
Search
Close this search box.

Menuju Dinasti Politik Tak Terbatas dan Melampauinya

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Keluarga Besar Jokowi (sumber foto: CNN Indonesia)

Table of Contents

Kalo ngomongin politik Indonesia, pasti nggak jauh jauh dari dinamika politiknya, dan trend terbaru yang semakin mencuat ke permukaan dan jadi bahan omongan masyarakat gen Z adalah dinamika terkait dinasti politik. Tau dong maksudnya siapa? Ya, bener banget. SEMUA. Semua partai politik di Indonesia hampir nggak pernah jauh dari praktik dinasti politik.

(Sumber: Pinterest)


Ketika hak untuk mencalonkan diri menjadi semakin terfokus pada keluarga politik tertentu, muncul pertanyaan kritis tentang keadilan, demokrasi, dan partisipasi masyarakat. Artikel ini akan membahas dilema dinasti politik dan implikasinya terhadap hak untuk mencalonkan diri, khususnya dalam konteks partisipasi politik anak muda. Kita mulai dari definisi dinasti politik, dinasti politik merujuk pada situasi di mana satu keluarga atau sekelompok keluarga mendominasi panggung politik, baik di tingkat lokal maupun nasional. Fenomena ini mencakup perpindahan kekuasaan dan posisi politik antar anggota keluarga yang seringkali diwariskan dari generasi ke generasi. Hayooo partai politik mana yang ketua umumnya nggak pernah ganti, kalo pun ganti, turun ke anaknya. Huft.

(Sumber: bisnis.com)

Hak untuk mencalonkan diri seharusnya menjadi landasan demokrasi yang sehat. Hal ini menciptakan peluang bagi individu yang berkualifikasi untuk terlibat dalam proses politik, memberikan representasi yang beragam, dan mencegah konsentrasi kekuasaan dalam kelompok tertentu. Dalam konteks dinasti politik, pertanyaan muncul apakah hak ini benar-benar terbuka untuk semua atau malah menjadi hak yang terbatas. Dinasti politik dapat menciptakan dilema bagi partisipasi politik anak muda. Sementara hak untuk mencalonkandiri seharusnya terbuka untuk semua, namun kenyataannya, dominasi dinasti politik dapatmenciptakan rintangan bagi anak muda yang ingin terlibat secara aktif. Muncul pertanyaanapakah anak muda memiliki peluang yang setara untuk bersaing dengan keluarga politik yangsudah mapan. Misalnya keluarga besar Hary Tanoe, siapa coba yang bisa menandingi mereka? Apalagi urusan kekayaan.

(Sumber: solopos.com)

Menantang dinasti politik bukanlah tugas yang mudah. Meskipun hak untuk mencalonkan diri secara formal terbuka, namun dinasti politik seringkali memiliki keunggulan dalam hal sumber daya, jaringan politik, dan pengaruh yang dapat membuat tantangan besar bagi calon dari luar lingkaran politik keluarga. Untuk mengatasi dilema dinasti politik, penting untuk mendorong diversifikasi dan inklusivitas dalam politik. Pemuda harus didorong untuk mengambil peran aktif, dan sistem politik harus memberikan dukungan bagi keterlibatan mereka tanpa hambatan yang tidak adil. Inisiatif pendidikan politik yang memperkuat pemahaman demokrasi dan hak-hak politik dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih adil dan terbuka. Partisipasi aktif anak muda dapat menjadi kunci untuk mengubah dinamika politik yang mendominasi. Dengan membentuk opini publik dan menciptakan perubahan budaya, anak muda dapat menginspirasi perubahan dalam tata kelola politik. Mendorong partisipasi anak muda bukan hanya tentang memberikan hak, tetapi jugatentang memberikan dukungan dan memberdayakan mereka untuk berperan aktif dalam pembentukan masa depan Jan Ethes. Eh, maksudnya masa depan politik Indonesia.

(Sumber : Sekretariat Negara)

Untuk mengatasi dilema dinasti politik, reformasi politik dan transparansi menjadisangat penting. Masyarakat perlu menuntut praktik politik yang lebih transparan, di mana pemilihan kandidat tidak hanya didasarkan pada hubungan keluarga, tetapi juga pada kualifikasi, rekam jejak, dan visi untuk melayani masyarakat. Dilema dinasti politikmenyoroti tantangan yang dihadapi anak muda dalam mewujudkan peran aktif mereka dalam politik. Dengan memastikan hak untuk mencalonkan diri terbuka untuk semua dan mendorong reformasi politik, kita dapat bergerak menuju demokrasi yang lebih inklusif. Partisipasi anak muda tidak hanya membawa suara segar, tetapi juga memperkuat dasar demokrasi yang sehat dan berdaya tahan.

Meet The Politician

Ditulis Oleh :