fbpx
Search
Close this search box.

JOKOWI DIDESAK BUAT TPF VINA

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
(INSTAGRAM : KOMISI.CO)

Table of Contents

PRESIDEN DIDESAK!
Terkait Lambatnya proses investigasi kasus Vina cirebon, maka pihak kuasa hukum keluarga Vina Dewi Arsita, yaitu Hotman Paris Hutapea meminta untuk Presiden Jokowi untuk segera membentuk Tim Pencari Fakta dalam mengusut kasus pembunuhan Vina dan Ekky.

“Sekali lagi keluarga vina setuju agar bapak presiden memenuhi rasa tuntutan keadilan dari rakyat dengan membentuk sebuah TPF,” kata Hotman Paris, saat ditemui oleh awak media di kawasan Jakarta, Rabu yang lalu. Tim pencari fakta menurut Hotman mampu bekerja untuk mencari fakta yang sesungguhnya dan hasilnya bisa diberikan ke pihak penyidik. “Penyidikan kemudian bisa dilanjutkan ke tahap persidangan,” tambahnya.

Demi Keadilan Ditegakkan
Selain itu, dia berharap penyidikan kasus pembunuhan ini, bisa dihentikan sementara sambil dibentuknya Tim Pencari Fakta yang netral. “Kami mau menyerukan bahwa penyidikan bisa dihentikan sementara, sekaligus bisa dibuat dari awal. Berdasarkan penyelidikan yang saat ini berjalan, sudah pasti akan selesai di Pegi doang. maka Kasus ini ditutup.”, ujarnya.

Mendapat Ancaman?
Sementara dari, pihak saksi dan keluarga korban Vina disebut-sebut telah mendapatkan tekanan dan ancaman, dari berbagai pihak. Hal ini telah diketahui setelah LPSK melakukan asesmen terhadap 10 orang saksi, yang akan mengajukan perlindungan ke lembaganya. Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati pun tak membantah. Namun Sri mengatakan, pemohon tak bersedia membeberkan secara gamblang bentuk-bentuk ancaman yang diterimanya.

LPSK Siap Memberikan Perlindungan
Sri paham apa yang terjadi, kemungkinan mereka menganggap itu sebagai hal privacy. “Berkaitan dengan tekanan dan ancaman sampai saat ini, terdapat beberapa dari mereka yang masih merasakan. untuk detail belum tahu, karena itu mungkin bagi dia hal itu masuk ranah privacy dari mereka juga,” kata Sri saat mengadakan konferensi pers, Selasa yang lalu.

Sri mengatakan, kedua belah pihak, baik saksi dan keluarga korban jadi merasa takut. Namun pihak LPSK masih mendalami keterangan tersebut. “Karena keterangan-keterangan dari mereka ada yang tidak bersesuaian, sehingga kami patut curiga dan berhati-hati,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua LPSK, Brigjen Purn Achmadi menambahkan, pihak LPSK mampu memberikan perlindungan terhadap saksi dan korban, bukan hanya dari sisi ancaman semata, tapi juga dari rasa takut dalam memberikan kesaksian di peradilan. “Jadi perlindungan yang kami wujudkan, bukan semata rasa aman tapi bisa menumbuhkan rasa kepercayaan diri, berani apa adanya, menjadi fokus penting yang saya sampaikan,” ujarnya.

Sebanyak 10 orang saksi dari keluarga korban telah mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK. Mereka adalah orang-orang yang akan membantu dalam mengungkap kasus Vina Cirebon. Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati menyebut, salah seorang saksi yang mengajukan permohonan perlindungan adalah eks narapidana dalam kasus Vina Cirebon.

Ha Terdapat Saksi Special
Namun Sri tak mau mengungkap identitas secara Jelas, siapa saksi yang berasal dari eks narapidana tersebut. “Berkaitan dengan saksi, dimana kita telah menerima laporan perlindungan dari satu saksi, yang merupakan bekas narapidana,” kata Sri saat konferensi pers, Selasa lalu. Sri mengatakan permohonan narapidana ini masih diproses secara baik. LPSK belum sampai pada tahap kesimpulan kepada siapa saja perlindungan diberikan. “Cuma masih dalam proses asesmen psikologis dan penelaahan jadi belum sampai pada satu kesimpulan secara resmi. Penerimaannya masih di asesmen, masih ditelaah dan belum ada keputusan kami menerima atau tidak,” ujar dia.

 

Meet The Politician

Ditulis Oleh :