fbpx
Search
Close this search box.

MENTERI JOKOWI MULAI SETENGAH HATI?

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
(INSTAGRAM : KOMISI.CO)

Table of Contents

HAA KABINET UDAH NGGAK SOLID?

Berdasarkan kacamata Politik dari Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, sejumlah menteri yang duduk di Kabinet Indonesia Maju yang saat ini masih dipimpin oleh Presiden Joko Widodo mulai setengah hati dalam mengemban tugasnya di ujung masa pemerintahan. Hal ini memberi kesan kepada publik, bahwa solidaritas kabinet telah menurun.

NAMPAK SETENGAH HATI?

Arifki membeberkan sejumlah menteri tampak setengah hati karena sebagian menteri tengah mempersiapkan dirinya agar bisa dilirik oleh Prabowo Subianto yang akan segera memimpin pemerintahan selanjutnya. “Ini semua soal skema seberapa baik dari para menteri ini, dapat mengukur dirinya apakah layak maupun tidak, dan secara hubungan kekerabatan apakah masuk list oleh Pak Prabowo atau tidak, karena emang kalau kita melihat usaha-usaha dari para menteri ini kan tentu lebih setengah-setengah,” ucap Arifki Selasa yang lalu.


HA SETENGAH KABINET

Dalam pengamatan Arifki, setelah KPU memutuskan pemenang Pilpres 2024, beberapa menteri yang berasal dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), kini tampak mengambil panggung politik dan menonjolkan diri agar mendapat tempat di pemerintahan selanjutnya. “Ada orang Prabowo, orang Gibran dan juga masih orang Pak Jokowi”. “Mereka saling bersaing untuk bisa memperebutkan, 34 kursi kementerian atau 40 kursi tambahan”. “Kuota kementerian yang kecil itu, membuat mereka bersaing”, ucap Arifki.

Namun Arifki menilai, itu semua merupakan persaingan yang biasa dalam politik, dengan aksi sebagian menteri untuk mendapatkan perhatian, guna bisa masuk di pemerintahan baru mendatang. Dia melihat, fenomena ini bukan masalah besar. Hanya saja bisa berpotensi memicu ketidaksolidan, dan disharmonisasi hubungan dalam kabinet, sehingga bisa mempengaruhi kinerja pemerintahan.


DEMI BISA DIPILIH LAGI?

Arifki menambahkan hal yang menyebabkan, ketidaksolidan antar menteri di kabinet Jokowi saat ini. Bukan karena hubungan Jokowi dan Prabowo menjadi renggang, tapi para menteri ini terus bermanuver aktif. “Karena itu Pak Jokowi enggak mungkin merekomendasikan semua menterinya saat ini, menjadi menterinya Pak Prabowo”. “Kemudian secara nggak langsung Gibran kan wakilnya Pak Jokowi, Gibran tentu punya kepentingan yang sama, dalam menentukan orang-orang dia di pemerintahan kedepan,” ucapnya.

Menurut Arifki solidaritas kabinet bisa terjaga, asal tetap satu suara dan berkomitmen penuh, untuk bisa bekerja di sisa pemerintahan Presiden Jokowi, bukan fokus mengambil panggung ke publik agar bisa dilirik oleh pemerintahan baru.

 

Meet The Politician

Ditulis Oleh :