fbpx
Search
Close this search box.

OJOL NEXT TARGET TAPERA?

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
(INSTAGRAM : KOMISI.CO)

Table of Contents

TAPERA LAGI
Yap, setelah beberapa hari yang lalu publik digemparkan dengan terbitnya kebijakan, TAPERA untuk pekerja sektor swasta dan buruh. Kini program yang penuh kontroversi ini masih terus berjalan tanpa mau mendengar penderitaan rakyat, setelah sektor swasta yang menjadi target kini pekerja Ojek Online menjadi sasaran dari program ini.

Kok Bisa Ojol Jadi Target
Karena dalam aturan yang terbaru di PP No 21 Tahun 2024, berbunyi bahwa pekerja mandiri atau freelance tetap dikenakan iuran TAPERA sebesar 3% dari penghasilan pribadinya. Nah atas dasar itu pula banyak pekerja lepas termasuk diantaranya merasa keberatan dengan aturan itu, mengingat gaji ojol tidak menentu terkadang bisa banyak terkadang bisa nol rupiah.

lantas terbitnya TAPERA untuk ojol, membuat para driver jadi kecewa dan menolak aturan ini. Hal itu dikonfirmasi oleh ketua (SPAI) Serikat Pekerja Angkutan Indonesia Lily Pujiati, dia mengatakan “Potongan tersebut sama saja dengan mengurangi penghasilan yang saat ini sudah semakin turun, terlebih aplikator sudah memotong sampai 30 – 70 persen di luar aturan ditambah lagi dengan aturan ini habis sudah uang kami”.

Ojol Meminta ?
SPAI meminta negara untuk memikirkan perasaan para driver, yang selama ini ojol dan taksi online selalu jadi korban dari kenakalan para aplikator, belum lagi tambahan biaya servis kendaraan dan biaya yang lain membuat beban ojol jadi berat. Jelas dari biaya yang sudah dipaparkan semua, membuat ojol semakin menolak keras dengan adanya potongan TAPERA untuk para driver.

Respon BP Tapera Apa?
Terkait Tapera yang menyasar sektor lain seperti driver ojol, hal itu langsung dibantah  oleh komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho. Dalam ucapannya dia mengatakan dalam PP itu bagi pekerja yang gajinya di bawah UMR, ataupun bekerja di sektor mandiri maka tidak diwajibkan untuk mengikuti TAPERA, hanya dikenakan sistem sukarela semata. Sehingga pekerja mandiri tidak terbebani potongan 3%, karena sistemnya yang sukarela ini, namun kami terbuka selebar-lebarnya bagi pekerja yang berminat gabung TAPERA”.

Meet The Politician

Ditulis Oleh :