fbpx
Search
Close this search box.

PELAKU DAPAT BANSOS (NO) KORBAN DAPAT BANSOS (YES)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
(INSTAGRAM : KOMISI.CO)

Table of Contents

MENJADI KONTROVERSI

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, memberikan klarifikasi atas usulannya pemberian bansos kepada korban judi online. Muhadjir bilang banyak orang yang salah paham, antara “korban’ dan ‘pelaku”. Dia mengatakan korban judi online yang dimaksud adalah keluarga korban, jadi bansos bisa disalurkan kepada keluarga pelaku judi online yang dirugikan, bukan pelaku langsung.


JADI KELUARGA KORBAN BUKAN?

“Saya tegaskan, korban judi online itu bukan si pelaku judi, tapi? Keluarga pelaku atau individu terdekat dari pelaku judi yang merasa dirugikan baik secara material, finansial, maupun psikologis, dan itulah yang berhak mendapat santunan,” ucap Muhadjir saat di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, selasa lalu.

Menurutnya, keluarga atau orang terdekat dengan pelaku bisa masuk dalam kategori korban. Dia menilai mereka bisa kehilangan harta benda, sumber kehidupan, hingga mengalami trauma psikologis. Muhadjir bilang korban yang di maksud ialah keluarga ataupun individu terdekat itu layak untuk diberikan bansos terlebih jika keluarga pelaku jatuh miskin karena judi online.

HAL ITU SESUAI UU!

“Memang orang miskin itu menjadi tanggung jawab negara, sesuai dengan amanat UUD Pasal 34 Ayat 1 bahwa fakir miskin, dan anak-anak terlantar itu dipelihara oleh negara,” ucapnya. “Kalau memang dipastikan dia telah jatuh miskin akibat judi online, ya, dia akan dapat bansos”. “Jadi, jangan bayangkan jika dia terus jadi pemain judi, kemudian miskin, kemudian langsung dibagi bagi bansos. Bukan begitu”, tambahnya.

Adapun dia memastikan pelaku judi online sendiri tetap akan dijatuhi hukuman, sebagaimana bandar dan pemilik situs judi online. Dia bilang hal itu sudah mengacu pada hukum KUHP Pasal 303 dan UU ITE 11 tahun 2008 Pasal 27. “Karena itu untuk para pelaku, baik itu pemain maupun bandar judi, semua itu adalah bentuk dari pelanggar hukum, jadi harus kita tindak”, ucapnya.

BEDA SIKAP?

Sebelumnya, Menko-Perekonomian, Airlangga Hartarto, tak sepakat dengan pernyataan Menko-Pmk Muhadjir Effendy terkait pemberian bansos kepada korban judi online. Airlangga bilang, korban judi online bukanlah kelas yang bisa mendapat jatah bantuan sebagaimana masyarakat yang membutuhkan. Dengan nada bercanda, ia menekankan korban judi beda dengan ojol. “Kalau judi online, nggak dapat kaya ojol”, ucap Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat minggu lalu.

BANSOS HANYA UNTUK?

Sebagai informasi ojol memang pernah mendapatkan bansos dari Pemerintahan Joko Widodo pada 2022, yang lalu akibat terjadinya kenaikan harga BBM. Bansos diberikan kepada driver ojol berupa bantuan uang secara langsung tunai dengan nilai Rp 600.000, sebagaimana diatur dalam peraturan Menkeu Nomor 134/PMK.07/2022.

Di aturan tertulis, Presiden Jokowi telah berkoordinasi dengan menteri keruangan, untuk menganggarkan belanja negara untuk perlindungan sosial di periode Oktober hingga Desember 2022, dana itu ditransfer secara umum. sehingga BLT BBM terhadap para driver ojol bisa disalurkan, melalui pemerintahan daerah.

OHH INI YANG NGIDE

Adapun ide memberikan bansos kepada korban judi online, muncul pertama kali dari Muhadjir sendiri saat mengikuti rapat kabinet di Istana. Saat itu dia bilang terdapat masyarakat miskin baru, yang berpotensi menjadi cakupan penerima bansos, yakni korban judi online yang saat ini sedang marak.

Masyarakat miskin korban judi online, saat ini sudah bisa masuk ke dalam daftar penerima bansos dari pemerintah. “Ya termasuk korban judi banyak yang menjadi miskin, karena itu menjadi tanggung jawab kita, terlebih tanggung jawab itu ada di Kemenko PMK”, ucap Muhadjir di Kompleks Istana, kamis minggu lalu.

Muhadjir kembali menegaskan akan memberikan advokasi terhadap korban judi online, dan juga memasukan korban judi online ke dalam sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Ya kita sudah banyak memberikan advokasi kepada mereka yang menjadi korban judi online, setelah itu kita masukan mereka ke dalam DTKS sebagai penerima bansos, kemudian mereka yang mengalami gangguan psikologis, kita minta Kemensos turun tangan melakukan pembinaan dan pemberi arahan”, ucap Muhadjir.

Meet The Politician

Ditulis Oleh :