fbpx
Search
Close this search box.

PPP SIAP COMEBACK DI 2029?

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
(INSTAGRAM : KOMISI.CO)

Table of Contents

PPP SIAP COMEBACK?
PPP sudah dipastikan tidak lolos ke Senayan pada periode kali ini, Pasalnya dari hasil hitung suara yang sudah dilakukan oleh KPU, PPP hanya memperoleh suara sebesar 5.878.777 pada pemilu parlemen kali ini atau secara persentase sebesar 3,87% persen dari total suara Pileg.

PPP Gagal Untuk Pertama Kalinya
Dalam Pemilu kali Ini, menjadi sebuah sejarah baru, dimana untuk pertama kalinya  dalam sejarah PPP gagal masuk parlemen, padahal dari tahun 1977 PPP selalu menjadi partai yang masuk parlemen. Namun menurut pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno yakin PPP come back di pemilu 2029.

PPP Yakin Come back
Partai berlambang Kabah ini hanya kurang 150.000 surat suara saja, untuk bisa memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4% dari batas yang sudah ditetapkan oleh UU Pemilu. Namun menurutnya nggak ada riwayat sebuah partai yang telah diusir bisa kembali ke parlemen, seperti halnya Partai Hanura dan PBB. Dia menilai PPP berbeda, karena selain selisih suara yang relatif kecil, partai ini diyakini masih memiliki sumber daya dan kekuatan yang masih agresif.

PPP Masih Bertaji
“PPP masih punya sumber daya yang kuat. Kalau dilihat rata-rata keseluruhan, PPP saja cuman kurang dari 150.000 surat suara. Ya, itu 0,05%. Menurut saya, jumlah kursi DPR antara 1 dan 2.“Oh iya, saya rasa 150.000 orang itu mungkin kalau ada aktivitas politik yang nyata dan terukur,” kata Adi dalam program ngobrol di ruang redaksi Kompas, Selasa (11/6/2024).


Meski begitu Adi pun bilang, PPP harus tetap bisa menjaga perolehan suara mereka sebesar 3,87% di Pemilu saat ini, sekaligus mencari celah-celah elektoral baru untuk mengatasi kendala di parlemen dan meraih 4% suara. Oleh karena itu, menurutnya, kuncinya terletak pada aktivitas politik seluruh eksekutif, khususnya calon legislatif PPP.

PPP Butuh Leader Kuat
Adi menambahkan, pentingnya bagi PPP untuk menjaring calon-calon kepala daerah yang diajukan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. “Kunci untuk menyelamatkan PPP tergantung seberapa baik kandidat yang mereka rekomendasikan menang di pemilu lokal.Ini merupakan ukuran seberapa besar sumber daya dan kekuatan politik yang dimiliki PPP. ”Tanpa hal ini, PPP akan kehilangan momentum politik.“ Terlebih mereka tidak ada pion terdepan untuk memimpin dan bisa menjaga kelangsungan PPP hingga 2029,” Ucap Adi.

PPP Harus Menjaga Pemilih Loyal
Terkait kegagalan PPP dalam membangun komunikasi politik di depan pemilih muda, Adi pun memberikan saran kepada PPP, agar tetap mempertahankan para memilih setia partai (Pemilih Traditional), PPP perlunya mengembangkan pola yang efektif dalam komunikasi dengan anak muda.

PPP Mampu Menjaga Marwah Partai
Adi Pun Bilang, Bahwa “PPP harus menjaga karakter Islamnya sebagai sebuah (ideologi) partai Islam. namun tidak bisa dipungkiri, wujud partai islam harus lebih dinamis. Harus lebih berani dalam mengembangkan visi-misi partai, jauh kedepan agar bisa dipahami oleh semua generasi muda,” ujarnya seraya menambahkan bahwa gaya komunikasi politik harus responsif terhadap preferensi politik generasi muda, namun tetap bernuansa Islami.. 

 

Meet The Politician

Ditulis Oleh :