fbpx
Search
Close this search box.

SUPERIORITAS PRABOWO DI PILKADA 2024

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
(INSTAGRAM : KOMISI.CO)

Table of Contents

Jokowi Effect Memudar?

Menurut hasil survei Litbang Kompas, pengaruh Presiden Jokowi tetap diprediksi bakal dominan dalam Pilkada 2024 nanti. Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, menilai hasil ini adalah wajar, lantaran Presiden Jokowi sampai saat ini masih berstatus sebagai Presiden.

“Karena posisi Pak Jokowi saat ini masih menjabat Presiden Republik Indonesia. Wajar kalau kemudian soal preferensi politik simpatisan Projo bakal condong ke tokoh yang dekat dengan Pak Jokowi”. “Karena balik lagi ke awal pertanyaan survei, ‘jika pilkada dilakukan pada saat ini’”. “Sementara yang menjabat saat ini adalah Presiden Jokowi”, kata Adi Prayitno saat bertemu via zoom, Sabtu 22 juni 2024.


Prabowo Effect Akan Superior?

Namun sebelum Pilkada 2024 dimulai, kursi kepresidenan bakal berpindah tangan dari Jokowi ke Prabowo. Dimana pelantikan presiden diadakan Oktober ini sedangkan pilkada berlangsung November nanti. Adi-pun menilai hal ini bisa mengubah preferensi politik pemilih, efek pindahnya tokoh sentral dari mendukung Jokowi, berbalik mendukung Prabowo.

“Tanggal 20 Oktober suksesi kepemimpinan akan berubah, Prabowo kelak akan segera dilantik jadi presiden. Sementara tanggal pencoblosan pilkada tepat tanggal 27 November. yang artinya, sebulan jelang pilkada preferensi politik pemilih bisa berubah total dan figur sentral akan memihak Prabowo Subianto, bukan lagi Jokowi”, ucap Adi.

Menurutnya pemilih kelak, akan condong kepada calon yang terasosiasi dengan Prabowo. Menurut Adi Prabowo effect justru akan lebih dominan, “Bisa dibuktikan kok, seminggu atau dua minggu setelah Prabowo dilantik jadi presiden”. “saya yakin pemilih akan condong, untuk memilih kepada calon yang terasosiasi dengan Prabowo”. Jadi pas pencoblosan Prabowo effect akan lebih dominan”, ucapnya.


FLASHBACK

Sebelumnya Litbang Kompas, telah merilis hasil survei mengenai keterkaitan pemilih dalam Pilkada 2024 dengan Jokowi Effect. Sebanyak 54,3% masyarakat, akan mempertimbangkan calon yang memiliki hubungan dekat dengan Pak Jokowi. Survei ini dilakukan dari tanggal 27 Mei hingga 2 Juni 2024, melalui metode wawancara tatap muka. Serta dilakukan terhadap 1.200 responden yang terpilih secara acak, dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Survei ini telah dilakukan di 38 provinsi, di seluruh Indonesia. Sehingga tercapai hasil kepercayaan publik sebesar 95%, dengan margin of error kurang lebih 2,83%.

Apa Sih Hasil Surveinya?

Para responden diberikan pertanyaan, “Dalam memilih kepala daerah, apakah Anda akan mempertimbangkan, untuk memilih calon yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Jokowi?” Hasilnya sebanyak 54,3% responden menjawab “ya,  serta mempertimbangkan”. Berikut hasil lengkapnya

Ya, mempertimbangkan 54,3%

Tidak mempertimbangkan 32,9%

Tidak tahu 12,7%

Meet The Politician

Ditulis Oleh :