fbpx
Search
Close this search box.

SAH! IBU HAMIL MENDAPATKAN HAKNYA

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
(INSTAGRAM : KOMISI.CO)

Table of Contents

IBU HAMIL PUNYA HAK!

Hey, guys! Ada kabar bahagia banget nih buat para ibu hamil dan bekerja. Presiden Jokowi baru saja menandatangani UU Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak Pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan. Dengan aturan baru ini, membuat para ibu bisa mendapatkan cuti melahirkan maksimal hingga 6 bulan, lho!

Apa Saja Hak Itu?

Nah, dalam UU tersebut menyatakan, para ibu yang hamil dan melahirkan punya hak cuti kerja dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Cuti paling singkat sampai 3 bulan pertama.
  2. Cuti paling lama sampai 3 bulan berikutnya kalau mengalami kondisi khusus, yang harus dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari dokter terkait.

“Cuti melahirkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a wajib diberikan oleh pemberi kerja,” tulis Pasal 4 (4).

Kondisi khusus yang dimaksud misalnya ibu yang akan mengalami masalah kesehatan, gangguan kesehatan, atau komplikasi pasca persalinan atau keguguran. Selain itu, jika anak yang dilahirkan mengalami masalah kesehatan atau komplikasi, itu juga termasuk dalam kondisi khusus.

Hak Istimewa Penuh Untuk Ibu Hamil!

Selain itu, dalam Pasal 5 juga menjelaskan bahwa setiap ibu yang mengambil cuti melahirkan atau waktu istirahat selama 1,5 bulan karena keguguran nggak boleh diberhentikan dari pekerjaannya dan tetap harus mendapatkan upah. Berikut ketentuannya:

  1. Upah penuh untuk 3 bulan pertama.
    b. Upah penuh untuk bulan keempat.
    c. 75% dari upah untuk bulan kelima dan bulan keenam.

Nah, kalau ada ibu yang sedang menjalani hak cuti tapi malah diberhentikan atau nggak diperbolehkan mengambil cuti oleh perusahaan dia bekerja, maka pemerintah pusat atau daerah bakal memberikan bantuan hukum kepada Ibu. “Dalam hal ini Ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diberhentikan dari pekerjaannya atau tidak memperoleh haknya, maka Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib memberikan bantuan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”, yang ditulis Pasal 5 ayat (3).

Berlaku untuk Ibu Keguguran!

Lebih lanjut, aturan ini menjelaskan bahwa ibu hamil yang mengalami keguguran kandungan juga mendapatkan waktu istirahat selama 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter, dokter kebidanan kandungan, atau bidan.

Jadi, ini kabar gembira banget buat para ibu hamil dan pekerja. Hak-hak mereka makin dilindungi, dan tentunya bikin mereka lebih nyaman dan tenang. Gimana menurut kalian? Bagikan pendapat kalian, ya!

Meet The Politician

Ditulis Oleh :