fbpx
Search
Close this search box.

SYL : SAYA TUH MENTERI TERMISKIN.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
(INSTAGRAM : KOMISI.CO)

Table of Contents

SYL Menteri Termiskin?
Mantan Menteri Pertanian, sekaligus terdakwa kasus pemerasan dan gratifikasi Syahrul Yasin Limpo. Mengaku dirinya sebagai menteri yang paling miskin dalam Kabinet Indonesia Maju, hal ini ia ungkapkan di depan para majelis hakim Tipikor, senin 24 Juni yang lalu. SYL bilang bahwa rumah yang saat ini ia tempati, merupakan rumah yang masih nyicil, saat masih ia menjabat sebagai Gubernur Sulsel.

“Saya heran yang Mulia, saya ini kan menteri paling miskin, rumah pun saat ini berada di komplek BTN”. “Inipun baru saya cicil, ketika saya jadi Gubernur, Makanya saya harap di akhir perjalanan umur saya yang ke 70, saya bisa berkumpul di rumah. Itu yang ingin saya sampaikan yang Mulia”, ucap SYL. Pengakuan itu disampaikan oleh SYL sendiri, saat membantah telah melakukan sejumlah pemerasan kepada pejabat di Kementan melalui mantan ajudannya Panji Harjanto.


SYL Membantah!

Selain itu SYL membantah telah memerintahkan mantan Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono untuk mengumpulkan dana guna kepentingan pribadinya. “Saya di tempat ini menyatakan, meminta maaf sebesar-besarnya dan terima kasih saya ke Pak Kasdi, saya sangat percaya dunia akhirat kita bersaudara”. “Dia selalu mengimami saya saat sholat, hanya saja saya sesalkan malam ini yang mulia, masa seorang sekjen yang dekat sama saya, masa jadi takut sama Panji, tidak logis menurut saya Yang Mulia”, ujar SYL.

Lantas  SYL mengklaim bahwa pengeluarannya selama ini termasuk yang dikeluarkan Kasdi, masih terkait dengan perjalanan dinas. “Saya sangat yakin bahwa yang dilakukan pak sekjen itu, masih terkait dengan perjalanan dinas dan kepentingan dinas”. “Kenapa dia tidak diingkari saja yang seperti itu, bukan untuk kepentingan pribadi”, ucap SYL. “Kalau untuk kepentingan pribadi saya, kenapa uang saya ambil sebenarnya”, ujarnya.


SYL Bersumpah Apa?

Bahkan di depan majelis hakim, SYL berani bersumpah tidak pernah memberhentikan atau memindahkan pegawai hanya karena masalah uang setoran. “Saya perjanjikan itu kepada Tuhan yang ada dan saya siap menerima apa saja yang menjadi hukuman yang ada”, ucap SYL.

Flashback

Diketahui SYL didakwa melakukan pemerasan serta gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar. Pemerasan itu dilakukan bersama Sekjen Kementan periode 2021-2023 Kasdi Subagyono serta Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan (2023) Muhammad Hatta, yang juga menjadi terdakwa. Adapun keduanya merupakan koordinator pengumpulan uang dari para pejabat eselon I dan jajarannya, antara lain, untuk membayarkan kebutuhan pribadi SYL.
Atas perbuatannya, SYL didakwa melanggar Pasal 12 huruf E dan Pasal 12 huruf B Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Meet The Politician

Ditulis Oleh :